Kesaksian

Syalom saudara2 yg di kasihi Tuhan..

Perkenalkan nama saya sinta, saya ingin menyaksikan cinta kasih Tuhan dlm hdup saya. Hari hari ini Tuhan membukakan banyak hal salah satunya mengenai hal penyertaan Tuhan. Saya sering berpikir tentang keinginan saya mulai dari berkat, kuliah hingga pemulihan.namun pada kamis sore ketika berdoa bersama di gereja, lawatan Tuhan terjadi. Di situ Tuhan berbicara kepada saya bahwa yang terpenting adalah penyertaan Tuhan, bukan mengenai keinginan saya. Karena ketika kita dalam penyertaan-Nya dlm keadaaan sesulit apapun Tuhan tetap menopang kita dan bersama sama dgn kita. Dan penyertaan Tuhan itu lah yang membuat kita berbeda dari orang lain. Hal ini sangat simpel tapi ini mebangkitkan iman saya dan membuka mata rohani saya. Betapa berharganya Dia bagi saya, dan betapa berharganya saya bagi Dia sehingga Dia masih setia menuntun dan mengor saya dengan Firman-Nya. Seperti Firman Tuhan berkata apa yang kita awali  dengan roh,masakan kita mau mengakhirinya dengan daging? Saya percaya Tuhan itu sanggup menyediakan apa yang kita inginkan, tapi Tuhan lebih rindu untuk menyatakan pribadi Nya dalam hidup kita, bukan sakedar memberkati. Karena ketika kita berjalan dalam rencana-Nya, kehendak-Nya kita lebih berani lagi dalam bersaksi dan berapi api dalam melayani Nya. Terus maju bersama Tuhan saudara ku, pertajam setiap kerohanian kita agar tau apa maunya Tuhan.

Sekian kesaksian saya, kiranya dapat menjadi berkat. Tuhan memberkati kita semua

HIDUP YANG DIPULIHKAN

saya pernah mengalami jatuh dalam hidup ini, beberapa bulan yang lalu saat saya mendengar Firman Tuhan,  saya begitu terkejut Hamba Tuhan ini mengerti apa yang terjadi dalam hidup saya, padahal tidak seorangpun yang tahu  apa yang terjadi dalam hidupku, sementara Firman disampaikan saya menangis, Roh Kudus mencengkram hati saya, saya bisa rasakan betapa sedihnya Roh Kudus ketika saya jatuh, apalagi di gereja saya terlibat dalam pelayanan sebagi WL, saya bisa rasakan kuasaNya membuat saya bangkit lagi, sejak saat itu saya di ajar Tuhan tentang pemulihan Hati, apa lagi seorang pelayanan Tuhan hidupnya harus dipulihkan diperbaharui setiap hari, kadang kali saat istri saya sedang tidur sekitar jam 12 malam, Tuhan gerakan hati saya untuk berdoa, dan ketika saya menyembah Tuhan selama beberapa jam, Dia hadir membuat saya mengerti betapa Tuhan mengasihi kita, yang bisa saya katakan didalam hadirat Tuhan kita tidak mengenal jam, pada kesempatan ini saya mengingatkan kita sebagai seorang Hamba / Pelayanan Tuhan, hidup kita harus dipulihkan hari demi hari, jaga kekudusan, tetap dalam hadirat Tuhan, meluangkan waktu untuk sendirian bersama Tuhan, maka kita akan melihat pelayanan kita akan menjadi berkat buat orang lain. Amin

Gedion Trilaksono

LEBIH DARI 4 TAHUN TIDAK MEMPUNYAI ANAK

Keluarga Ibu Vince Punuh.

Saudara yang Kekasih dalam Yesus,

Saat ini kehidupan rumah tangga kami diwarnai keceriaan dan berbahagia. Kami dikarunia 2 orang Putri yang manis – manis dan seorang Putra.

E…e…e… tunggu dulu, jangan senang dulu? Tidak gampang saya meraih ini semua, butuh waktu yang tidak sedikit, bahkan penuh dengan perjuangan keras. Tapi semua ini Yesuslah diatas semuanya.

Allah kita heran dan ajaib, bahkan tidak ada yang seperti DIA dimuka bumi ini sanggup melakukan perkara bagi manusia mustahil namun bagi Yesus tidak ada perkara yang mustahil dan sukar.

Mengawali kesaksian saya:

Kami menikah tahun 1993, seperti Pengantin Baru pada umumnya saya berbahagia, namun itu hanya sekejap. Suamiku mempunyai penyakit Hernia yang parah, dapat dibayangkan, saudara? Empat bulan pernikahan kami, suamiku baru berkonsultasi ke dokter Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin, padahal suamiku  sudah lama menderita penyakit ini. Dan suamiku juga berkonsultasi tentang kesuburan seorang pria, mungkin suamiku kuatir karena penyakit ini!  Benar saudara…. bagaikan di sambar petir setelah menerima hasil Laboratorium (LAB) dari dokter yang menangani semua menunjukkan angka NOL (kosong) tidak ada benih keturunan dalam diri suamiku, apa hendak dikata suamiku tidak bisa bersuara, diam seribu bahasa.

Artinya kami divonis dokter tidak akan bisa memperoleh keturunan alias mandul total, dunia seakan runtuh saudara….apa bisa kami melewati ini semua?  Hanya Tuhan Yesus yang tahu?

Nah, saudara jangan tanya bagaimana perasaan saya sebagai seorang istri yang baru menikah? Diperhadapkan dengan masalah besar, tentu berat sekali. Sedih campur aduk menjadi satu disatu sisi supaya suamiku sembuh, disisi lain kami merindukan kehadiran seorang anak untuk melengkapi rumah tanggaku.  Kalau harta didunia ini bisa dibeli dengan uang seberapa kita mau, walau itu segunung banyaknya tapi anak apa bisa dibeli? Duh….nasib!!!

Saudara yang Kekasih,

Selang beberapa bulan suamiku dioperasi……..sembuh. Nah, disinilah mulai pergumulan saya yang sangat hebat dan luar biasa, jujur saya katakan kepada saudara waktu itu pengenalanku akan Kristus Yesus masih sangat minim, kalau dulu saya  cuma sekolah minggu saja, lain sekarang Kaum Muda di Gereja kita luar biasa pada sudah paham tentang Yesus.

Sebagai anak Tuhan, saya walau diperhadapkan dengan masalah, saya berusaha tetap tegar, saya beribadah, setia, tapi jangan tana saudara bagaimana perasaan saya? Di saat saya datang ke Gereja, melihat seorang anak kecil hati saya hancur lebur jiwa ini, merana? Duh…… Tuhan, apa yang saya rasakan rupanya kontak dengan suamiku, suamiku juga bila bertemu dengan rekan-rekan kerja sering menghindar malu, minder, sedih bahkan lebih banyak menyendiri, lengkaplah sudah penderitaan kami.

Saudara yang di Kasihi Tuhan,

Suatu ketika bertemu seorang ibu, padahal tetangga baik, rupanya ibu ini memperhatikan saya dari ujung rambut sampai kaki, lama nggak punya anak ya? Peranakan ibu sudah kering ya? Ibu ini penuh dengan ejekan, duh…Tuhan..mendengar kata – kata ibu ini hancur hati ini pulang di rumah langsung saya tersungkur dikaki Tuhan Yesus, saya menangis luar biasa  bagai di sayat sembilu hatiku, kutumpahkan perasaan sakit hati ini dihadapan-Mu Tuhan.

Saudara, telah saya singgung tadi, bagaimana saya didalam Yesus? Saya masih buta, kalau orang pekerja saya ini hanya makan gaji buta, karena tidak mengerti. Nah demikian juga saya dalam Tuhan, berdoa belum pandai, bergumul belum tau, setia itu bagaimana, saya hanya bisa menyebut: saya anak Tuhan, Tri tunggal Allah, dan otoritas Allah semua saya belum paham.

Namun, Saudara…kehidupan ini terus harus tetap dijalani…bagaimana caranya, saya tidak tahu, apa yang harus saya perbuat, saya betul – betul berada di suatu jalan yang buntu. Saudara, mengadu sama suami, suamiku lebih parah, cuma kristen KTP pula, yang bisa mengerti keadaanku hanya Yesus. Karena Allah kita mengetahui apa yang saat ini kuhadapi, Allah sangat mengasihi saya, Tuhan kirim Roh Penolong yaitu Roh Kudus, tahun 1996 saya dipenuhi Kuasa Roh Kudus.

Nah, inilah hal yang menentukan hari – hari kedepan saya untuk menjalani roda kehidupan ini. Tanpa Roh Kudus, benar – benar tidak gampang bahkan terlalu sukar dan sulit untuk saya menerobos persoalan saya yang tidak seorangpun bisa, bahkan suamiku mulai melumpuhkan iman percaya saya, sebagai istri saya harus tunduk kepada suami benar itu tidak salah, namun dalam urusan dengan iman saya katakan tidak, saya tetap pada pendirian iman saya. Yesus kekuatanku.  Saya tidak boleh kompromi dengan keadaan, walau itu suami sendiri, saya harus bisa mempertahankan iman saya kepada Yesus.

Nah, saudara tantangan belum selesai yang satu muncul masalah lain, saya harus menghadapi pula mertua, adik – adik ipar…. Disini saya harus berjuang sendiri.

Saudaraku, untuk persoalan yang saya derita, tidak cukup hanya dengan kata – kata manis, setia beribadah, datang ke Gereja namun hanya dibibir percuma itu !!

Jadi saya harus semaksimal mungkin didalam pengiringan kepada Tuhan, harus benar – benar bahkan harus menjadi pelaku – pelaku firman Tuhan.

O….luar biasa tidak gampang saudara, jadi pelaku firman Allah. Akhirnya Tuhan buat hatiku berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Tapi yang namanya kedamaian itu masih jauh dari harapan, saya harus bergulat saya harus bergumul… Ketika saya sudah mulai menjalankan kegiatan kerohanian atau mau lebih setia ke Gereja, ujian belum menjauh dari kehidupanku. Benar – benar saya berada dititik zona yang tidak nyaman, suatu ketika saya mengunjungi saudara dari pihak suami, pulang kerumah mertua saya marah – marah, nggak tau mengapa? Tidak sampai disitu suamiku pulang dari pekerjaan langsung mertua saya mengadu kepada suami, tak pelak lagi kami bertengkar, itu cara mertua saya membenci saya, hal sepele saja bisa jadi bumerang bagi saya, memang mertua saya itu orang yang suka cari muka atau perhatian kepada suami. Namanya suamiku anaknya, suami lebih condong kepada orangtua.

Dalam situasi seperti ini kemana saya harus mengadu dan mengeluh? Selain kepada Yesus. Saya bawa hati yang hancur kepada Yesus, jangan tanya saudara, berapa banyak airmata saya seember – ember kali!!!!  Nah, saudara disinilah saya mengambil waktu, saya gunakan saat teduh saya bersama Tuhan saya mulai aktif di Gereja, rajin berdoa bahkan berdoa dan berpuasa, bukan untuk menyombongkan diri saya, hampir – hampir saya tidak pernah absen ke Gereja dan doa puasa.

Saya aktifkan Roh Kudus yang ada dalam diri saya, kuasa kepenuhan itu mengalir dalam diri saya, saya merasakan setiiap saat bila saya bergumul, berdoa dan memuji menyembah Dia. Kalau sudah hadirat Allah meliputiku, tahan sampai berjam – jam duduk dikaki Yesus.

Nah, saudara………semua sudah saya tumpahkan kepada Tuhan baik pikiran, tenaga, jiwa ini, saya pasrahkan dan berpengharapan hanya kepada Yesus. Iman saya diuji lagi saudara…  Saya jatuh sakit sampai saya tidak berdaya dan dirawat di Rumah Sakit karena penyakit TIPES. Saya harus tegar, saya harus bangkit dari keterpurukan saya. Saya tidak mau menyerah sebelum Yesus menyatakan kuasa dan keajaiban-Nya. Dan saya tidak tahu sampai kapan???

Hari – hari saya lakukan untuk bergumul dan berdoa, Tuhan saya hanya ibu rumah tangga biasa tidak lebih, saya ini seorang babu atau jongos Tuhan dihadapan-Mu, saya ini tidak ada apa – apanya, saya ini manusia paling hina dan berdosa didunia ini.  Kuduskan saya, kuduskan rumah tanggaku dan kuduskan pernikahanku, ya Tuhan. Itulah doa saya. Saya merendahkan diri serendah – rendahnya kepada Yesus.

Hari demi hari terus bergulir, saya juga mempunyai tantangan yang luar biasa….. suami saya tidak mengerti firman Allah. Mengenal Yesus hanya sampai dikulit. Sangat sulit untuk saya beradaptasi….apalagi menyinggung tentang firman Allah tidak akan pernah nyambung. Bahkan selalu bertentangan dengan iman saya,  suami merasa dia yang sudah paling benar, tidak jarang suami mencari titik kelemahan saya.

Nah, saudara untuk memperjuangkan perkara kami dihadapan Tuhan itu tidak semudah membalikkan tangan, sebab kami belum satu Roh didalam Yesus.  Saya benar – benar berada didalam situasi yang sukar dan terjepit. Ujian demi ujian menghampiri saya, tidak sekali dua kali kami berselisih paham ditambah lagi kami masih satu rumah dengan orangtua (mertua saya) yang tidak seiman pula. Dapat dibayangkan gimana saya? Jalan satu-satunya saya hanya bisa lari kepada Yesus. Menyerah total,  angkat tangan tanda saya tidak mampu.

Nah, saudara pernah suatu hari terjadi perdebatan sengit, diposisi saya sebagai seorang istri, disisi lain ada mertua….mau nda mau suami cenderung orang tuanya yang benar, istri bagi suami adalah yang kesekian. Duh Tuhan, rasanya mau mati saya!!!  Didalam menghadapi masalah, andaikan seorang yang sudah berumur….apalagi sudah orangtua sudah banyak makan garam kehidupan ini. Nah ini saya masih muda, menikah umur 22 tahun, sudah diperhadapkan dengan masalah besar……………….

Seorang suami seharusnya melindungi istrinya, bahkan dalam rumah tangga adalah sebagai contoh teladan dari Yesus sebagai imam.  Seharusnya?? Tapi apa hendak dikata…..suatu ketika suamiku melontarkan kata – kata cerai saudara, kata – kata ini diluar pemikiran saya, tidak saya duga  suamiku sanggup berkata demikian, suamiku berkata demikian dihadapan bapaknya, tantenya dan disaksikan dengan mata kepala adiku pula. Ya…Yesus sejauh inikah medan yang diperhadapkan pada saya, sulit memang? Andaikan suamiku sadar, komplik yang terjadi didalam rumah tangga kami bertitik pada suami.

Nah, saudara yang kekasih…  Saya manusia biasa kalau dicubit saja sakit, apalai kalau harus bercerai…rumah tanggaku diambang perceraian saudara, berat sekali saudara, tantangan luar biasa!! Waktu saya diuji….luar biasa, saya tidak tahan, saya ambil baygon saudara….. saya perlihatkan kepada suami, rupanya suamiku takut juga, kami damai kembali. Tuhan Yesus menyanyangi biduk rumah tangga kami.

Kami intropeksi diri masing – masing, saya minta pulang kerumah orang tua saya. Saya tidak akan pulang sebelum suami menjemput saya. Karena  perkataan suami bukan hanya kata – kata cerai, namun lebih sakit hati lagi saya setelah suami berkata; kita kan tidak punya anak juga….Duh Tuhan? Jauh dilubuk hati saya yang paling dalam bergumam atau berkata demikian: “ Andai saya yang MANDUL mungkin suamiku melempar saya kelautan bebas”.

Satu minggu kami intropeksi diri, jalan satu – satunya saya minta pindah rumah istilah sekarang kami harus mandiri (sewa rumah), suami oke!! Eee..nggak taunya tidak juga kami pindah, suamiku beli rumah (yang sekarang kami tempati), dengan cara cicil 10 tahun lunas. Hati saya sangat terhibur pikir saya, saya terlepas dari mertua !!

Nyatanya……saya harus menunggu bertahun pula, duh apalagi ini? Benar saudara…cek and ricek, suami tidak mau membangun rumah itu dikarenakan kami tidak mempunyai anak, malu kata suami – nanti kata tetangga apa…ya Tuhan??

Saudara yang seiman, setelah kami divonis dokter tikda bisa punya keturunan kami tidak pernah berhubungan dengan dokter manapun. Waktu itu kami dianjurkan adopsi saja (anak). Namun secara tradisional kami lakukan..pijat bagi saya oke yang penting jangan ke paranormal atau dukun, takut Tuhan, berdosa pula. Tetapi semua sia – sia adanya, disuruh makan nenas muda, disuruh makan kecambahlah..tak kunjung juga saya mengandung. Sungguh berat pergumulan saya….pusing, tujuh keliling.

Akhirnya…saya punya komitmen, saya mau sungguh – sungguh hanya mengandalkan Yesus saja, berpengharapan kepada Yesus, saya jalani kehidupan ini dengan penuh kesabaran, dan timbullah suatu ketaatan dan kesetiaan yang luar biasa. Disinilah kunci keberhasilan saya…suami saya tidak tahu kalau saya habis – habisan dalam hal bergumul, berdoa dan berpuasa.  Hadirat Allah selalu saya rasakan dan menghinggapiku, cucuran airmata tumpah ruah dan keluhan – keluhanku, saya sampaikan kepada Tuhan yang tak putus – putus lewat DOA. Heran Tuhan kita…..ada – ada saja kata – kata baru Tuhan berikan setiap saat saya berdoa dan bergumul.

Sungguh Yesus saya yang menjadi penghiburku, waktu di Gereja beribadah bilamana Bapak atau Ibu Gembala menyampaikan, siapa yang mau di doakan maju ke depan, bayangkan saudara…hampir setiap minggu saya minta didoakan, maju terus, saya ingat waktu ada KKR, pasti ada saya, tidak tanggung – tanggung saya, waktu itu ada KKR di Banjarmasin saya ikut rombongan dari GPdI Murung Pudak, pergi jam 2 siang acara jam 7 malam, pulang jam 4 subuh baru sampai dirumah suamiku tak tahu, sebab bekerja, hanya untuk merindukan Kuasa dan Mujizat Tuhan.

Saya minta didoakan maju kedepan, saya doa dalam hati Tuhan saya mau anak, tidak berhenti sampai disitu saudara, tahun 1997 kami datang bersama suamiku kepada Penginjil Om Pdt. Tuwo minta didoakan.

Om Pendeta berkata tahun depan kamu akan mengandung…mengalir deras airmata saya tanda saya merespon. Saudara yang di Kasihi Tuhan, untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia, harmonis dan tenteram itu rupanya tidak gampang.  Banyak perjuangan, banyak riak – riak, onak dan duri…ini semua harus kami jalani.  Tetapi orang yang bertahan dalam Yesus, ia pasti menang.

Nah saudara, hidupku bagai bejana ditukang periuk, agar menjadi indah dan berharga hanya bisa diolah tangan yang mahir dalam membuat bejana itu.  Inilah gambaran kehidupanku, kalau bukan Yesus yang membentuk dan menata serta menghiasi, mustahil saya seperti ini, asal kita percaya jangan bimbang. Pasti Yesus menjawab doa – doa kita.

O ya saudara, doa saya kepada Tuhan begini: ini airmata ngga bisa saya tahan bagaikan seorang anak kecil meminta sesuatu pada ayahnya minta belas kasihan.

Tuhan Yesus, satu saja Tuhan berikan kami anak ya Tuhan, untuk menghapus aibku, Yesus Tuhanku, masih banyak lagi kata – kata saya (dalam setiap DOAku supaya Yesus luluh hatiNya dan menjawab doaku).

Ini belum juga Tuhan menjawab…sampai saya merasa cape dan lelah, hampir – hampir saya putus asa. Namun Tuhan mengerti hatiku….Tuhan kasih hikmat dalam hal berdoa. Karena saya mengerti firman Allah, saya ubah cara berdoa saya, tadi – tadinya selalu meminta dan memohon…menjadi Tuhan Yesus saya sudah mengandung. Dapat saudara bayangkan saudara, padahal saya sama sekali belum terlihat ada tanda – tanda mengandung.  Demikianlah hari – hari yang saya jalani berdoa dan berpuasa. Yang paling lucu saudara, saat saya bergumul dan berdoa memuji dan menyembah Dia, saya memasukkan sebuah bantal dalam baju yang saya kenakan, jadilah saya seperti orang hamil benaran.

“ Saya katakan: Tuhan Yesus saya sudah hamil ”  Terima kasih Tuhan menjawab doaku, amin. Kerinduan saya untuk merasakan dan melihat Kuasa dan Mujizat Tuhan besar sekali. Terbersit dalam pikiran saya mau naik pohon, jadi saya bisa berteriak supaya Tuhan mendengarkan keluhan hatiku yang hancur. (tapi belum sampai naik pohon).

Nah saudara…..berhubung dengan KasihNya, berhubung dengan KebaikanNya, Tuhan Yesus buat hal yang tak terduga dan dahsyat benar – benar Tuhan bereaksi dan bekerja luar biasa didalam kehidupan rumah tanggaku.

Saudara ingat firman Tuhan, Maria seorang perawan mengandung dari Roh Kudus kan? Nah, lain yang Tuhan buat dalam diriku, saya benar – benar merasakan kekuatan Kuasa Tuhan tangan Tuhan Yesus menjamah saya….luar biasa.  Setahun kemudian, tahun 1998 bulan september di suatu petang, saya bergumul, berdoa memuji Tuhan, saya rasakan hadirat Tuhan luar biasa dahsyat menghinggapi, pokoknya yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

Tuhan Yesus membentuk janin dalam perut saya, saya rasakan perut saya ini semakin kencang dan semakin mengencang, kalau iblis lakukan ini pada saya pecah perut saya ini, dan didalam Tuhan bekerja di perut saya ada suara yang saya tangkap tapi saya tidak bisa gambarkan suara itu walau dengan kata – kata, karena saya belum pernah mendengar suara itu. Suara itu baru terjawab ketika saya di OSG (periksa kandungan). Saya terpana,  saya terkagum – kagum ini masih dalam hadirat Tuhan. Setelah saya amin, selesai Doa saya renungkan apa yang sudah kualami barusan saya tidak bisa berkata – kata. Apa yang terjadi dalam diri saya benar – benar Tuhan Yesus ajaib dan ajaib.  Cara kerja Tuhan itu lho? Sungguh dahsyat. Takkan habis – habisnya ucapan syukur dan terima kasih saya kepada Tuhan.

Saya tidak menunggu lama…..saya periksakan ke dokter bersama suamiku waktu itu dokter pertama – tama yang memeriksa adalah dr. Kusala (bukan dokter kandungan). Hasil pemeriksaan menunjukan positif saya hamil bahkan umur kandungan saya sudah 1 bulan setengah kaget saya kok bisa……??? Namanya baru pertama hamil….jadi pergumulan saya 5 tahun saudara, lama bukan??

Nah, saudara baru bulan berikutnya saya kedokter kandungan dan di deteksi lewat OSG alat ini mengeluarkan bunyi. Nah bunyi itulah yang saya tangkap waktu Yesus merenda janin diperutku…seperti suara gelombang, ada riak – riak air pokoknya seperti alat OSG yang sedang memeriksa kandungan. (pokoknya siapa yang pernah di OSG pasti tahu). Benar – benar Mujizat Tuhan itu Nyata. 9 bulan kemudian saya melahirkan anak saya yang pertama anak perempuan, duh…..senangnya?  Tidak bisa saya lukiskan dengan kata – kata, bersyukur dan berterima kasih kepada Yesus saja.  Umur 7 bulan anak saya, Tuhan memberkati kami lagi dikaruniakanNya lagi, saya mengandung anak yang kedua. Limpah ruah kebahagiaan kami, lahirlah anak kedua, juga Tuhan karuniakan anak perempuan.

8 tahun umur anak saya yang kedua, saya mengandung lagi, lahir anak yang ketiga, seorang anak laki – laki. Puji Tuhan, lengkap sudah kebahagiaan kami suami – istri. Mewarnai kehidupan rumah tanggaku.

O saudaraku didalam Yesus….

Pergumulanku belum berhenti saudara, suami saya belum turut Yesus Tuhan yang benar, seorang pecandu berat rokok pula, satu hari bisa menghabiskan 3 bungkus rokok. Suami kenal rokok sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekarang umur 51 tahun dapat dibayangkan berapa tahun merokok???  Saat merokok tidak perduli nggak tahu – tahu. Untuk menghentikan / stop dari kebiasaan – kebiasaan buruk dari pengaruh rokok itu tidak gampang, gara – gara merokok, ada suami yang sanggup membuang istri, tidak perduli rumah tangga hancur, asal bisa tetap merokok.

Nah saudara, hidup ditengah – tengah asap rokok tidak enak saudara, baunya itu tak tahan, apalagi berlama – lama dekat asap rokok, anak – anak pada marah – marah semua.  Saya ajari anak – anak untuk mendoakan papanya, agar Tuhan berhentikan merokok. Saya juga terus bergumul tanpa putus – putus lewat doa – doa yang kupanjatkan.

Suatu pagi hari Selasa bulan Oktober 2010…..satu minggu sebelum hari ulang tahun saya yang ke 39. Tuhan Yesus memberikan kado yang terindah, suamiku berhenti merokok.  Pagi itu saya bergumul luar biasa, saya berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan menjawab doa – doa saya dan anak – anak, supaya suamiku stop rokok. Saat itu saya sangat yakin Tuhan pasti menjawab hari ini juga, benar Saudara,  Tuhan langsung jawab. Heran dan ajaib Tuhan Yesus…..dahsyat !!!!

Jam 9 pagi suamiku sampai dirumah pulang kerja, tak saya dapati suamiku merokok. Puji Tuhan.  Satu minggu kemudian saya bertanya kepada suami, sejak kapan berhenti merokok? Jawab suami saya, hari selasa pagi. Saya tersenyum – senyum mendengar jawaban suami, sebab hari itu saya bergumul luar biasa kepada Yesus, Tuhan Yesus mendengar dan menjawabku.

Saudara, saat ini saya dan suami serta anak – anak merasakan sukacita, bahagia. Semua itu dari Tuhan.

Saudara yang di Kasihi Tuhan,

Kalau hal bergumul itu suatu tindakan kita, kalau saya duduk – duduk manis, menonton televisi, ongkang – ongkang kaki, gigit – gigit jari, ngelamun tidak akan seperti ini kehidupan pribadi dan rumah tangga saya.

Ini kesaksian saudara….nggak main – main, nggak sembarangan saya bersaksi….saya merinding saat menulis ini…hati saya menangis kok Yesus sangat mengasihi saya ?  Sampai – sampai rekan – rekan kerja suami saya berkata: kok Bapak Albertino bisa berhenti merokok? Apa syaratnya heran mereka semua, jawab suami tidak pakai syarat – syarat apa – apa, hanya doa istri dan anak – anak dirumah.  O…luar biasa Tuhan kita….tidak pakai syarat, suamiku langsung berhenti total dari rokok. Puji Tuhan…..

Nah saudara, saya masih punya pergumulan, saya hari – hari ini lagi gencar – gencarnya bergumul…… Saya mempunyai kerinduan agar Tuhan mempersatukan kami satu iman, satu roh, satu pengharapan kepada Tuhan.

Memasuki tahun 2011…….saya punya pokok – pokok doa: Supaya suami jadi pelaku – pelaku firman Tuhan, dan di baptis dan kembalikan milik Tuhan.

Saudara yang di Kasihi dalam Tuhan,

Jangan tanya bagaimana saya bergumul? Sama seperti saya merindukan hadirnya seorang anak, saya harus berpuasa, berdoa menyangkal diri, ikat perut (puasa). Kalau saya sudah bergumul hadirat Tuhan saya rasakan, ketika memuji dan menyembah Tuhan..o….luar biasa 1 jam 2 jam kurang atau tahan duduk dikaki Tuhan berjam – jam ini yang saya rindukan, supaya suamiku juga merasakan hadirat Tuhan.   Suatu waktu saya SMS, suami saya lagi bekerja, saya katakan jangan hanya sampai berhenti merokok saja, buat lagi perkara – perkara yang ajaib karena nama Tuhan, jangan cuma puas “saya sudah berhenti merokok”. Buat perkara – perkara yang besar, supaya nama Tuhan dimahsyurkan dan ditinggikan, heran Tuhan kita ya…?

Saya sudah banyak melihat perubahan pada diri suamiku…. Pertama, Tuhan sudah jamah suamiku stop merokok, sudah mau baca Alkitab, sudah mulai membuka hati, setia datang beribadah dan yang saya perhatikan. Dulu suamiku habis – habisan melarang saya setia pada Tuhan, sekarang malah berbalik, tidak seperti dulu keras batu, egois mau menang sendiri, mungkin sadar kali ya?????

Nah saudara…hari – hari saya, saya lakukan untuk bergumul, berdoa yang tak putus – putus, serta doa dan puasa. Setiap kita anak – anak Tuhan pasti merasakan bagaimana jamahan Tuhan, setiap kita memuji dan menyembah Tuhan, hadirat Tuhan yang kira rasakan pasti berbeda setiap hari benarkan?

Apalagi dalam pimpinan Roh Allah……….waktu terasa kurang………maunya terus berada dalam hadirat Tuhan. Pun dalam kita berdoa, bila Tuhan yang memimpin, pasti kata – kata indah dan baru yang keluar dari mulut kita. Ajaib Yesus ya? Suatu malam saya bergumul kepada Tuhan, saya tanggalkan seluruh kehidupan saya, saya menganggap diri saya tidak ada, saya pakaikan seluruh otoritas Allah biar seluruh kepenuhan Allah yang mengambil alih dalam pujian penyembahan saya kepada Tuhan.

Sungguh luar biasa yang saya rasakan, benar – benar Allah memenuhi kehidupanku. Saya rasakan Allah bekerja.  Saat itu apa yang tidak pernah saya pikirkan, pun dalam hati saya timbul suatu perkataan: saya sangat percaya ini perkataan dari Allah sendiri.  Tuhan berkata: mulai hari ini kamu tidak akan melihat lagi suamimu seperti yang dulu.   Airmata saya mengalir deras sekali, lalu saya menjawab, terima kasih Tuhan saya tidak mau suamiku seperti dulu lagi. Sebab pernah saya berkata sama Tuhan dalam doa: Tuhan Yesus, saya mau pensiun saja cape Tuhan, sudah saatnya suamiku yang jadi imam dalam rumah tangga, yang menuntun istri dan anak – anaknya setia kepada Tuhan.

Yang namanya saya ini lagi harus dan lapar akan Kuasa Tuhan, setiap hari saya buat mesbah doa kepada Tuhan. Luar biasa, Roh Allah memenuhiku dan menghinggapi sampai saya takjub lho?  Doa – doa orang  – orang benar itu berkuasa.

Saudara, apa yang saudara pergumulkan? Jangan pernah menyerah sampai Tuhan menyatakan KuasaNya. Apa yang tidak kita pikirkan itu yang Tuhan buat.  Indah memang dalam hadirat Tuhan semua terpuaskan.  Dan hanya dalam hadirat Tuhan, kita mendapatkan jawaban yang pasti.

Haleluya ……………Puji Tuhan, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Kuasa Tuhan Yesus nyata dalam hidup-ku

Bapak Dedi Sumantri

Di awal tahun 2012, tepatnya dipertengahan tanggal 16 Januari 2012, sudah berjalan 5 bulan saya bergabung dengan Perusahaan Asing, saya ditugaskan di negara Afrika tepatnya di negara Zambia.

Singkat kesaksian. Pada waktu itu saya bekerja shift malam. Sebelum berangkat kerja shift malam, seperti biasa saya berdoa kepada Tuhan Yesus minta kekuatan, hikmat dan perlindungan-Nya. Setelah selesai bekerja dari lapangan, pada pagi pukul 05:00 saya kembali ke Workshop dengan menggunakan mobil ± 500 meter hampir sampai di Workshop, saya bersama teman terlelap saat mengendarai mobil, saat itu jalan menurun, tidak mengetahui lagi berapa kecepatan mobil yang kami pakai. Saya terjaga, setelah mobil sudah miring hampir 90°, betapa kaget saya saat itu…spontan dari mulut saya berkata: “Tuhan Yesus tolong”, dan teman saya juga berteriak “Jesus Lord”. Di saat-saat genting itulah saya melihat ada tangan yang menarik dan menahan mobil kami keposisi semula. Sempat saya terpaku sejenak, dan kemudian saya berdoa mengucap syukur kepada Tuhan.

Setelah itu, saya keluar dari mobil untuk melihat keadaan mobil, sedikitpun mobil tidak ada yang cacat, begitu juga dengan tubuh kami tidak ada yang tergores sedikitpun.

Dahsyat Kuasa Tuhan Yesus. Doa kita, ucapan dari mulut kita mempunyai kuasa. Nyata Kuasa Tuhan Yesus dalam hidup saya. Dia sudah selamatkan saya dari maut. Saya percaya dan pegang janji Tuhan, bahwa rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, melainkan rancangan Damai Sejahtera.

 Biarlah kesaksian ini dapat memberkati kita semua. Percaya Kuasa Tuhan Yesus nyata di dalam hidup orang percaya. Ucapan kita berkuasa. Serahkan semua pada Tuhan Yesus. Dia pasti bertindak untuk kita. Amin…………. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s